Kegentingan Setelah Hari Kebangkitan

Al-Qur`an menyebut hari kebangkitan sebagai hari yang menjadikan anak-anak beruban (QS. al-Muzzammil [73] : 17). Suatu hari yang sangat menakutkan hingga semua wanita yang menyusui anaknya lengah dari anak yang disusuinya, setiap wanita yang hamil gugur kandungannya, dan manusia terlihat dalam keadaan mabuk padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah sangat keras (QS. al-Hajj [22] : 2).

Pada hari kebangkitan semua manusia akan dikumpulkan di satu tempat yang sama (QS. al-Waqi’ah [56] : 49-50) dalam keadaan telanjang, tidak bersandal, dan belum berkhitan.

عَن ابْنِ عَبَّاسٍ  قَالَ قَامَ فِينَا النَّبِيُّ ﷺ يَخْطُبُ فَقَالَ إِنَّكُمْ مَحْشُورُونَ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا {كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ} الْآيَةَ وَإِنَّ أَوَّلَ الْخَلَائِقِ يُكْسَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِبْرَاهِيمُ 

Dari Ibn ‘Abbas, ia berkata: Nabi saw berdiri di hadapan kami dan berkhutbah: “Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, dan tidak dikhitan”. (Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan yang pertama, begitulah Kami akan mengulanginya [QS. 21 : 104]). Dan orang yang pertama kali diberi pakaian pada hari kiamat adalah Nabi Ibrahim as. (Shahih al-Bukhari bab kaifal-hasyr no. 6526).

‘Aisyah ra yang kritis sempat mempertanyakan kejadian pada saat kebangkitan tersebut:

عَنْ عَائِشَةَ  قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ تُحْشَرُونَ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا قَالَتْ عَائِشَةُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ يَنْظُرُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ فَقَالَ الْأَمْرُ أَشَدُّ مِنْ أَنْ يُهِمَّهُمْ ذَاكِ

Dari ‘Aisyah ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Kalian akan dikumpulkan dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, dan tidak bersunat.” ‘Aisyah menyela: “Wahai Rasulullah, laki-laki dan perempuan, satu sama lain bisa melihat auratnya?” Beliau menjawab: “Urusan pada saat itu terlalu menyibukkan mereka dari hal demikian.” (Shahih al-Bukhari bab kaifal-hasyr no. 6527).

Khusus orang-orang kafir ada tanda khusus bagi mereka pada saat dibangkitkan, yakni berjalan di atas kepalanya sebagaimana difirmankan Allah swt dalam QS. al-Isra` [17] : 97, al-Furqon [25] : 34, dan al-Qamar [54] : 48.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ  أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا نَبِيَّ اللهِ كَيْفَ يُحْشَرُ الْكَافِرُ عَلَى وَجْهِهِ قَالَ أَلَيْسَ الَّذِي أَمْشَاهُ عَلَى الرِّجْلَيْنِ فِي الدُّنْيَا قَادِرًا عَلَى أَنْ يُمْشِيَهُ عَلَى وَجْهِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Dari Anas ibn Malik ra, sesungguhnya ada seorang lelaki bertanya: “Wahai Nabi Allah, bagaimana bisa orang kafir dikumpulkan di atas wajahnya?” Beliau menjawab: “Bukankah yang menjadikan mereka bisa berjalan di atas dua kaki di dunia mampu untuk menjadikan mereka berjalan di atas wajahnya pada hari kiamat!?” (Shahih al-Bukhari bab kaifal-hasyr no. 6523).

Pada saat itu manusia dikumpulkan di sebuah lahan yang luas dan datar tanpa ada gunung atau lembah (QS. Thaha [20] : 105-107). Kemudian matahari didekatkan sehingga semua orang berkeringat. Matahari, langit, dan tanah yang dimaksud tentunya yang baru lagi sesudah yang sebelumnya dihancurkan (QS. Ibrahim [14] : 48).

قَالَ الْمِقْدَادُ بْنُ الأَسْوَدِ  سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ  يَقُولُ: تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُونَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيلٍ. فَيَكُونُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِى الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى كَعْبَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى حَقْوَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا. قَالَ وَأَشَارَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِيَدِهِ إِلَى فِيهِ

Al-Miqdad ibn al-Aswad ra berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Matahari didekatkan kepada makhluk pada hari kiamat hingga jaraknya dari mereka seukuran 1 mil. Maka manusia berkeringat seukuran amal mereka. Ada yang sampai mata kakinya, lututnya, pinggangnya, dan ada juga yang sampai tenggelam.” Kata al-Miqdad: Rasul saw sambil menunjuk dengan tangannya ke mulutnya (Shahih Muslim bab shifat yaumil-qiyamah no. 7385).

Pada saat itu juga Allah swt memerintahkan Nabi Adam as untuk memisahkan rombongan neraka dari keturunannya sebanyak 999 permil (penghuni surganya 1 dari 1.000—hadits Abu Sa’id ra) dan dalam riwayat lain 99 persen/990 permil (penghuni surganya 10 dari 1.000—hadits Abu Hurairah ra).

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ  قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ اللَّهُ يَا آدَمُ فَيَقُولُ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ فِي يَدَيْكَ قَالَ يَقُولُ أَخْرِجْ بَعْثَ النَّارِ قَالَ وَمَا بَعْثُ النَّارِ قَالَ مِنْ كُلِّ أَلْفٍ تِسْعَ مِائَةٍ وَتِسْعَةً وَتِسْعِينَ فَذَاكَ حِينَ يَشِيبُ الصَّغِيرُ {وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سَكْرَى وَمَا هُمْ بِسَكْرَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ} فَاشْتَدَّ ذَلِكَ عَلَيْهِمْ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّنَا ذَلِكَ الرَّجُلُ قَالَ أَبْشِرُوا فَإِنَّ مِنْ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ أَلْفًا وَمِنْكُمْ رَجُلٌ ثُمَّ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنِّي لَأَطْمَعُ أَنْ تَكُونُوا ثُلُثَ أَهْلِ الْجَنَّةِ قَالَ فَحَمِدْنَا اللَّهَ وَكَبَّرْنَا ثُمَّ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنِّي لَأَطْمَعُ أَنْ تَكُونُوا شَطْرَ أَهْلِ الْجَنَّةِ إِنَّ مَثَلَكُمْ فِي الْأُمَمِ كَمَثَلِ الشَّعَرَةِ الْبَيْضَاءِ فِي جِلْدِ الثَّوْرِ الْأَسْوَدِ أَوْ الرَّقْمَةِ فِي ذِرَاعِ الْحِمَارِ

Dari Abu Sa’id ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Allah berfirman: “Hai Adam.” Adam menjawab: “Aku penuhi panggilan-Mu dan seruan-Mu, kebaikan semuanya ada di tangan-Mu.” Allah berfirman: “Keluarkanlah rombongan neraka.” Adam bertanya: “Apa rombongan neraka itu?” Allah berfirman: “Dari setiap 1000 : 999.” (Nabi saw bersabda) “Itulah saat dimana anak kecil beruban dan berguguran kandungan semua wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah itu sangat keras.” Maka hal tersebut memberatkan pada shahabat. Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, siapa di antara kami yang menjadi lelaki tersebut.” Nabi saw menjawab: “Berbahagialah, karena sungguh dari Ya`juj Ma`juj 1000 dan dari kalian hanya satu orang.” Kemudian beliau bersabda: “Demi Zat yang jiwaku ada dalam tangan-Nya, sungguh aku sangat berharap kalian menjadi 1/3 penghuni surga?” Abu Sa’id berkata: “Maka kami pun bertahmid dan bertakbir.” Kemudian beliau bersabda lagi: “Demi Zat yang jiwaku ada dalam tangan-Nya, sungguh aku sangat berharap kalian menjadi ½ penghuni surga. Sungguh perumpamaan kalian dibanding umat lainnya seperti sehelai bulu putih pada kulit sapi hitam atau bulatan kecil yang tidak berbulu pada kaki keledai.” (Shahih al-Bukhari bab qaulihi ‘azza wa jalla inna zalzalatas-sa’ah lasyai`un ‘azhim no. 6530).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ  أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ أَوَّلُ مَنْ يُدْعَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ آدَمُ فَتَرَاءَى ذُرِّيَّتُهُ فَيُقَالُ هَذَا أَبُوكُمْ آدَمُ فَيَقُولُ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ فَيَقُولُ أَخْرِجْ بَعْثَ جَهَنَّمَ مِنْ ذُرِّيَّتِكَ فَيَقُولُ يَا رَبِّ كَمْ أُخْرِجُ فَيَقُولُ أَخْرِجْ مِنْ كُلِّ مِائَةٍ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِذَا أُخِذَ مِنَّا مِنْ كُلِّ مِائَةٍ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ فَمَاذَا يَبْقَى مِنَّا قَالَ إِنَّ أُمَّتِي فِي الْأُمَمِ كَالشَّعَرَةِ الْبَيْضَاءِ فِي الثَّوْرِ الْأَسْوَدِ

Dari Abu Hurairah ra, sesungguhnya Nabi saw bersabda: “Orang yang pertama kali dipanggil pada hari kiamat adalah Adam. Maka anak cucunya kemudian saling memandang. Dan dikatakan: “Ini adalah bapak kalian, Adam.” Adam berkata: “Aku penuhi panggilan-Mu.” Allah berfirman: “Keluarkanlah rombongan Jahannam dari keturunanmu.” Adam bertanya: “Wahai Rabb, berapa banyak?” Allah berfirman: “Keluarkan dari setiap 100 : 99.” Shahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, jika dari 100 kami diambil 99 maka apa yang tersisa?” Beliau menjawab: “Sungguh umatku dibanding umat-umat yang lain seperti sehelai bulu putih pada sapi hitam.” (Shahih al-Bukhari bab kaifal-hasyr no. 6529).

Hadits di atas menegaskan jumlah penghuni neraka lebih banyak daripada penghuni surga. Bandingan penghuni surga dari penghuni neraka itu 1 dari 1.000 atau 10 dari 1.000. Ada beberapa penjelasan para ulama untuk mengompromikan dua hadits di atas: Pertama, 1 : 1000 jika menghitung dengan Ya`juj dan Ma`juj, sementara 10 : 1000 jika tidak menghitung Ya`juj dan Ma`juj, maka dari itu dalam hadits Abu Hurairah ra tidak disebutkan Ya`juj Ma`juj. Kedua, 1 : 1000 itu jika hitungannya umat sebelum Nabi Muhammad saw, sementara 10 : 1000 merujuk umat sesudah Nabi Muhammad saw diutus, sehingga umat Nabi Muhammad saw akan menjadi ½ penghuni surga karena persentasi orang yang shalihnya lebih banyak dibandingkan dengan umat-umat Nabi sebelumnya. Ketiga, 1 : 1000 itu jika menghitung dengan orang-orang kafir dan maksiatnya, sementara 10 : 1000 itu jika menghitung orang-orang maksiatnya saja tanpa dengan orang kafirnya. Al-Hafizh Ibn Hajar mengakhiri penjelasan ini dengan menyatakan wal-‘ilm indal-‘Llah ta’ala (Fathul-Bari bab qaulihi ‘azza wa jalla inna zalzalatas-sa’ah lasyai`un ‘azhim).

Imam al-Bukhari menuliskan hadits di atas dalam bab firman Allah ta’ala: “Sesungguhnya goncangan hari kiamat sangat dahsyat.” (QS. al-Hajj [22] : 1) untuk menunjukkan bahwa zalzalah (goncangan) hari kiamat itu tidak hanya secara fisik pada waktu terjadinya kiamat, tetapi juga mencakup “goncangan batin” setelah terjadinya peristiwa kiamat sebagaimana dijelaskan dalam hadits Abu Sa’id ra di atas. Terkait zalzalah setelah terjadinya kiamat, yakni ketika menunggu di mauqif/mahsyar, disangsikan demikian maksudnya oleh sebagian ulama mengingat di surat al-Hajj disebutkan ada perempuan yang menyusui dan hamil, atau dalam hadits disebutkan ada anak kecil yang beruban—merujuk QS. al-Muzzammil [73] : 17. Akan tetapi mengingat hadits di atas shahih, maka berarti maksud ayat tersebut adalah gambaran kiasan saking gentingnya hari tersebut diibaratkan anak kecil sampai beruban, yang menyusui melepaskan bayi yang disusuinya, dan yang hamil melahirkan kandungannya (Fathul-Bari bab qaulihi ‘azza wa jalla inna zalzalatas-sa’ah lasyai`un ‘azhim).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *