Kelaparan Gaza Akibat Penyakit Wahn

Kelaparan Gaza Akibat Penyakit Wahn
Bencana kelaparan masyarakat Gaza, Palestina, hari ini adalah wujud nyata dari kebenaran sabda Nabi ﷺ tentang penyakit wahn yang menjangkiti umat Islam. Penyakit wahn adalah gila dunia takut mati. Penyakit ini menimpa para pemimpin muslim dunia sehingga mereka tidak berdaya melawan kekejaman Israel dan Amerika Serikat di Gaza. Mereka takut kehilangan dunia dan atau mati jika berani menembus blokade perbatasan Gaza. Atau bahkan sekedar bersuara lantang dan mendesak Israel dan AS menghentikan bencana kelaparan pun tidak bisa karena penyakit wahn sudah parah menjangkiti.
Yel-yel “la ilaha illal-‘Llah was-Sisi ‘aduwwul-‘Llah; tidak ada tuhan selain Allah dan as-Sisi musuh Allah” diteriakkan oleh para aktivis global march to Gaza di Tunisia saking kesalnya dengan kebijakan as-Sisi, Presiden Mesir yang turut memblokade perbatasan Rafah, Mesir yang langsung berbatasan dengan Gaza, Palestina. Truk-truk bantuan kemanusiaan untuk penduduk Gaza tertahan berbulan-bulan di Rafah dan tidak bisa masuk Gaza karena diblokade oleh penjajah Israel dan Pemerintah Mesir menurut begitu saja. Bahkan Pemerintah Mesir turut menghalau para aktivis global march to Gaza tersebut keluar dari Mesir pada 12 Juni 2025 silam. Bukannya turut bersimpati kepada para aktivis atau seharusnya mendukung penuh, tetapi as-Sisi malah menitahkan pengusiran para aktivis yang sudah masuk Mesir dan menghalangi mereka yang belum masuk Mesir. Di antara mereka ada para aktivis perempuan dari Indonesia yang dipimpin oleh Wanda Hamidah dan Zaskia Adya Mecca. Menurut Zaskia di akun Instagram miliknya, situasi yang mereka rasakan sungguh mencekam. Mereka seolah diperlakukan sebagai pendatang ilegal, diintai oleh polisi, dan kemudian dideportasi dengan kendaraan khusus dari Mesir.
Sejak tahun 1949, PBB sebenarnya sudah membentuk Badan khusus untuk Pengungsi Palestina (UNRWA singkatan dari United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East [Agensi Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat]). Badan ini bergantung pada sumbangan sukarela dari negara-negara anggota PBB dan sebagian kecil dari anggaran reguler PBB. UNRWA memiliki kantor pusat di Amman dan Gaza, serta kantor lapangan di berbagai wilayah operasi. Badan ini memberikan pendidikan, kesehatan, layanan sosial, dan bantuan darurat kepada empat ratus ribu pengungsi Palestina yang tinggal di Yordania, Libanon, Suriah, Tepi Barat, Gaza, dan Yerussalem. Badan ini merupakan satu-satunya badan yang ditujukan untuk membantu pengungsi Palestina. Terpisah dari UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) sebuah Badan Pengungsi PBB lain yang membantu pengungsi di seluruh dunia.
Akan tetapi Parlemen Israel (Knesset) pada 28 Oktober 2024 mengesahkan dua undang-undang yang melarang seluruh kegiatan UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East) di Gaza. Undang-undang pertama melarang kegiatan UNRWA, dan yang kedua menyatakan UNRWA sebagai organisasi teroris. Pengesahan aturan hukum baru ini menandai puncak kampanye panjang Israel menentang keberadaan UNRWA, yang disebut Israel telah disusupi kelompok militan Hamas.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Rolliansyah Soemirat mengatakan pemerintah Indonesia mengutuk keras putusan Knesset tersebut, yang jelas berimplikasi pada terhentinya kerja UNRWA di Tepi barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza. “Keputusan ini jelas-jelas melanggar dan bertentangan dengan Piagam PBB dan Konvensi 1946 tentang kekebalan lembaga PBB. Indonesia menegaskan komitmen untuk mendukung UNRWA melaksanakan mandatnya,” ujarnya.
Maka sejak awal tahun 2025, bantuan pangan dan kesehatan untuk rakyat Gaza terhenti selain melalui jalur-jalur yang tidak resmi. Penyaluran bantuan diambil alih sepenuhnya oleh AS dan Israel sendiri. Tetapi laporan video di jaringan media sosial sangat kasat mata memperlihatkan bagaimana penduduk Palestina dipermainkan oleh AS dan Israel. Kerumunan orang-orang yang kelaparan berebut bantuan dianggap sebagai kerusuhan dan dijadikan dalih oleh mereka untuk melakukan pembantaian sebagaimana sudah menjadi adat buruk AS dan Israel.
Keadaan yang semakin memburuk setiap tahunnya ini hanya bisa diselesaikan oleh para pemimpim muslim dunia, bukan oleh rakyat sipilnya. Buktinya beragam aksi yang dilakukan oleh rakyat sipil selalu berujung kegagalan karena tidak bisa melawan pasukan bersenjata Israel. Bantuan yang dikirim lewat laut oleh para aktivis malah berujung dengan kematian para aktivis tersebut di tangan penjajah Israel. Bantuan lewat jalur darat dihadang blokade penjajah Israel juga. Aksi long march bahkan sampai global march untuk masuk Gaza lewat Rafah juga dideportasi oleh pemerintah Mesir sehingga gagal menyalurkan bantuan ke Gaza. Satu-satunya yang bisa melawan penjajahan Israel di Palestina adalah keberanian para pemimpim muslim dunia bersuara lantang di forum-forum internasional, melawan dengan senjata, atau melawan dengan perang ekonomi.
Padahal jumlah pemimpin muslim dunia lebih banyak dari seorang pemimpin Israel atau beberapa pemimpin sekutunya dari AS, Inggris, Jerman, dan Prancis. Tetapi mengapa mereka tidak memiliki nyali untuk bersuara lantang atau menyatakan perang senjata atau sekedar perang ekonomi? Jawabannya tentu karena mereka adalah pemimpin-pemimpin yang sakit. Bukan sakit fisiknya, tetapi sakit hatinya karena terhinggapi penyakit wahn. Penyakit ini kata Nabi saw menyebabkan seseorang gila dunia takut mati. Obsesi kekuasaan dan kekayaan dunia yang terlalu tinggi menyebabkan para pemimpin dunia itu takut mati dan sengsara sehingga mereka memilih untuk manut saja kepada Israel dan AS. Celakanya para mujahidin yang melawan Israel dan AS seperti Hamas dikategorikan oleh mereka sebagai teroris. Para pemimpin muslim dunia itu ikut membebek pada Israel dan AS yang menuduh Hamas sebagai penyebab kesengsaraan yang menimpa rakyat Gaza. Sungguh sadis.
Nabi saw sudah mengingatkan akan bahaya penyakit ini bagi umat Islam dari sejak jauh-jauh hari sebagaimana disampaikan Tsauban ra:
يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا. فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ. فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ
“Sudah dekat masanya berbagai bangsa saling mengajak untuk mengerumuni kalian sebagaimana orang-orang yang makan saling mengajak untuk mengerumuni hidangan di piring besarnya.” Seseorang (dalam hadits Abu Hurairah ra disebutkan jelas yang bertanya ini adalah Tsauban ra sendiri) bertanya: “Apakah karena kami pada hari itu jumlahnya sedikit?” Beliau menjawab: “Justru kalian pada hari itu jumlahnya banyak. Akan tetapi kalian ibarat buih di lautan (banyak terlihat tapi mudah hilang). Allah akan mencabut dari dada musuh kalian ketakutan terhadap kalian dan akan melemparkan ke dalam hati kalian wahn (penyakit/kehinaan).” Seseorang bertanya: “Wahai Rasulullah, apa wahn tersebut?” Beliau menjawab: “Gila dunia takut mati.” (Sunan Abi Dawud bab fi tada’il-umam ‘alal-Islam no. 4299; Musnad Ahmad bab wa min hadits Tsauban no. 22397).
Al-Qur`an banyak menyinggung orang-orang yang gila dunia itu sebagai orang-orang munafiq dan berpenyakit hatinya sehingga mereka selalu enggan berjihad di jalan Allah melawan musuh-musuh Allah swt karena takut mati dan kehilangan dunia (QS. At-Taubah [9] : 55-57 dan 85-87). Maka dalam surat as-Shaff Allah swt menegur keras pengakuan bohong iman mereka ketika faktanya enggan diajak berjihad dalam barisan yang rapi (QS. As-Shaff [61] : 2-4). Demikian juga dalam surat Muhammad [47] : 20 dan an-Nisa` [4] : 77-78. Maka dari itu ujian jihad fi sabilillah ini menjadi pembeda yang jelas mana orang beriman dan mana orang munafiq (QS. Al-‘Ankabut [29] : 1-11).
Mereka pantas disebut munafiq karena mereka masih memendam obsesi dunia adalah segala-galanya sebagaimana halnya orang-orang Yahudi; orang-orang yang selalu mengaku sebagai manusia pilihan Allah swt dan pasti masuk surga, tetapi ketika ditantang oleh Allah swt untuk berjihad mereka takut setengah mati:
قُلۡ إِن كَانَتۡ لَكُمُ ٱلدَّارُ ٱلۡأٓخِرَةُ عِندَ ٱللَّهِ خَالِصَةٗ مِّن دُونِ ٱلنَّاسِ فَتَمَنَّوُاْ ٱلۡمَوۡتَ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٩٤ وَلَن يَتَمَنَّوۡهُ أَبَدَۢا بِمَا قَدَّمَتۡ أَيۡدِيهِمۡۚ وَٱللَّهُ عَلِيمُۢ بِٱلظَّٰلِمِينَ ٩٥ وَلَتَجِدَنَّهُمۡ أَحۡرَصَ ٱلنَّاسِ عَلَىٰ حَيَوٰةٖ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْۚ يَوَدُّ أَحَدُهُمۡ لَوۡ يُعَمَّرُ أَلۡفَ سَنَةٖ وَمَا هُوَ بِمُزَحۡزِحِهِۦ مِنَ ٱلۡعَذَابِ أَن يُعَمَّرَۗ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِمَا يَعۡمَلُونَ ٩٦
Katakanlah: “Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian(mu) (berperang di jalan Allah), jika kamu memang benar.” Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri), dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya. Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling rakus kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih rakus lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan (QS. al-Baqarah [2] : 94-96).
Kegilaan mereka pada dunia menyebabkan mereka takut mati jika harus jihad di jalan Allah. Maka dari itu dalam surat al-Jumu’ah mereka disindir oleh Allah swt:
قُلۡ إِنَّ ٱلۡمَوۡتَ ٱلَّذِي تَفِرُّونَ مِنۡهُ فَإِنَّهُۥ مُلَٰقِيكُمۡۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٨
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS. al-Jumu’ah [62] : 8).
Ayat-ayat al-Qur`an yang menyinggung tema di atas sungguh banyak berserakan dalam berbagai surat al-Qur`an. Tujuannya untuk benar-benar mengingatkan umat Islam akan bahayanya penyakit “gila dunia takut mati”, karena akan melemahkan umat Islam dan malah menjadi bulan-bulanan musuh-musuh Islam sebagaimana tampak nyata dalam kasus Gaza.
Wal-‘Llahul-Musta’an



