Internasional

Persekongkolan Israel Melaparkan Gaza

Persekongkolan Israel Melaparkan Gaza

Tidak ada yang lebih biadab daripada Israel. Pemerintah, parlemen, tokoh agama, dan warganya bersekongkol untuk melaparkan dan memusnahkan Gaza secara massal. Mereka juga bersekongkol dengan negara-negara Barat untuk melegalkan penjajahan Israel atas Palestina secara menyeluruh, sehingga tidak boleh ada sama sekali solusi dua negara berdampingan. Harus hanya satu negara saja; Israel, tidak ada Palestina. Padahal solusi dua negara itu pun bukan solusi, sebab tidak boleh ada toleransi pada penjajah. Hanya ada Palestina, tidak boleh ada Israel.

Hamas terus saja dikambinghitamkan oleh Israel dan para penyokongnya. Kelaparan di Gaza terus dipersepsikan akibat Hamas enggan menyerah dan malah mengorbankan rakyat Palestina sehingga kelaparan. Jika saja Hamas menyerah, bantuan untuk rakyat Palestina pasti akan lancar disalurkan. Bantuan itu sampai saat ini diblokade bukan hanya oleh tentara Israel, tetapi juga rakyat Israel, dan disetujui oleh Parlemennya. Rakyat Israel sendiri banyak yang turun ke jalan menghadang truk-truk bantuan. Alasannya paranoid, karena bantuan itu dimanfaatkan Hamas. Nafsu untuk memusnahkan Hamas sampai harus dengan memusnahkan sarangnya, yakni Palestina, dan memusnahkan sekalian seluruh penghuni sarangnya, yakni rakyat Palestina. Sungguh kebiadaban yang tiada tara.

Padahal Hamas adalah bagian dari rakyat Palestina yang berjuang melawan penjajahan. Rakyat Palestina sendiri—kecuali mereka yang jadi anjing-anjing Israel—selalu mendukung penuh perjuangan Hamas. Otak mana lagi yang lebih bodoh dari yang menilai pejuang rakyat sebagai penjahat dan teroris. Penyebab semua kesengsaraan rakyat Palestina adalah pembunuhan, perampasan, dan pengusiran massal oleh bangsa Yahudi terhadap bangsa Palestina sejak sebelum deklarasi berdirinya Israel 14 Mei 1948 silam sampai sekarang. Jadi yang sebenarnya penjahat dan teroris itu Israel sendiri, Hamas hanyalah pejuang yang melawan penjahat dan penjajah.

Pusat Data Republika melaporkan, sampai saat ini sudah ada empat lembaga internasional yang melaporkan praktik genosida (pembersihan etnis) oleh Israel atas rakyat Gaza Palestina.

Pertama, Amnesty International. Bukti dakwaan genosidanya: (1) Pernyataan 22 pejabat tinggi Israel yang mendukung tindakan genosida di Gaza. (2) Serangan yang menyasar secara langsung ribuan warga sipil. (3) Tindakan Israel yang berujung kehancuran fasilitas penunjang kehidupan. (4) Blokade kebutuhan hidup warga Gaza.

Kedua, Human Rights Watch.  Bukti dakwaan genosida: (1) Pernyataan pejabat Israel soal memutus aliran air bersih ke Gaza. (2) Penghancuran dan pemutusan fasilitas air bersih di Gaza. (3) Munculnya berbagai penyakit mematikan akibat blokade air bersih oleh Israel.

Ketiga, Medicine Sans Frontier. Bukti pembersihan etnis: (1) Israel memblokade bantuan kebutuhan hidup ke Gaza. (2) Pengepungan, penghancuran, dan bumi hangus Gaza Utara. (3) Penghancuran hampir seluruh rumah sakit di Gaza.

Keempat, Komite Khusus PBB melaporkan agresi Israel ke Gaza konsisten dengan metode genosida: (1) Pernyataan pejabat Israel mendukung penghancuran penunjang kehidupan di Gaza. (2) Penggunaan bom dalam jumlah besar yang membunuh ribuan warga Gaza. (3) Penggunaan kelaparan sebagai hukuman kolektif bagi warga Gaza. (4) Penghancuran fasilitas penunjang kehidupan di Gaza. (5) Blokir terhadap bantuan kemanusiaan PBB ke Gaza.

Dukungan total dari Parlemen, para pejabat, dan rakyat Yahudi Israel atas genosida di Gaza tercermin dari pengesahan dua undang-undang yang melarang seluruh kegiatan UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East) di Gaza pada 28 Oktober 2024 silam. Padahal UNRWA adalah badan khusus PBB yang dibentuk secara resmi pada tahun 1949 untuk mengurusi semua hal terkait pengungsi Palestina. Badan ini memberikan pendidikan, kesehatan, layanan sosial, dan bantuan darurat kepada ratusan ribu pengungsi Palestina yang tinggal di Yordania, Libanon, Suriah, Tepi Barat, Gaza, dan Yerussalem. Akan tetapi sejak akhir Oktober 2024 silam, Israel mengesahkan dua UU yang melarang kegiatan UNRWA dan menyatakan UNRWA sebagai organisasi teroris. Mereka dan AS kemudian mengambil alih pengelolaan bantuan untuk rakyat Palestina, dan sebagaimana tersaksikan oleh semua, kesewenang-wenangan penjajah dalam menjajah rakyat Palestina semakin menjadi-jadi dan bertambah biadabnya.

Fakta ini bagi umat Islam sebenarnya tidak terlalu aneh karena al-Qur`an mengabadikan bangsa Yahudi dalam ayat-ayatnya sebagai bangsa terkutuk. Ayat-ayat itu tentu saja bukan sebatas terhenti dalam pengutukan, tetapi sebagai pendidikan bagi umat Islam agar mengambil posisi yang berlawanan dengan bangsa terkutuk Yahudi, bukan malah menjadi anjing penjilatnya. Umat Islam dituntut untuk waspada 24 jam terhadap kebiadaban bangsa Yahudi, bukan malah nyenyak tertidur selama bertahun-tahun dan menganggap sepi masalahnya. Ayat-ayat itu menuntun umat Islam untuk senantiasa bersabar berjuang melawan kebiadaban bangsa terkutuk Yahudi, karena janji kemenangan dari Allah swt akan tiba sesudah perjuangan yang maksimal. Surat Bani Israil atau al-Isra mengingatkan dengan jelas:

وَقَضَيۡنَآ إِلَىٰ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ فِي ٱلۡكِتَٰبِ لَتُفۡسِدُنَّ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَّتَيۡنِ وَلَتَعۡلُنَّ عُلُوّٗا كَبِيرٗا  ٤ فَإِذَا جَآءَ وَعۡدُ أُولَىٰهُمَا بَعَثۡنَا عَلَيۡكُمۡ عِبَادٗا لَّنَآ أُوْلِي بَأۡسٖ شَدِيدٖ فَجَاسُواْ خِلَٰلَ ٱلدِّيَارِۚ وَكَانَ وَعۡدٗا مَّفۡعُولٗا  ٥ ثُمَّ رَدَدۡنَا لَكُمُ ٱلۡكَرَّةَ عَلَيۡهِمۡ وَأَمۡدَدۡنَٰكُم بِأَمۡوَٰلٖ وَبَنِينَ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ أَكۡثَرَ نَفِيرًا  ٦ إِنۡ أَحۡسَنتُمۡ أَحۡسَنتُمۡ لِأَنفُسِكُمۡۖ وَإِنۡ أَسَأۡتُمۡ فَلَهَاۚ فَإِذَا جَآءَ وَعۡدُ ٱلۡأٓخِرَةِ لِيَسُ‍ُٔواْ وُجُوهَكُمۡ وَلِيَدۡخُلُواْ ٱلۡمَسۡجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٖ وَلِيُتَبِّرُواْ مَا عَلَوۡاْ تَتۡبِيرًا  ٧

Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”.

Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.

Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri. Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai (QS. al-Isra` [17] : 4-7).

Ayat-ayat di atas jelas menyebutkan bahwa bangsa Bani Israil/Yahudi akan membuat kerusakan yang besar di bumi dua kali. Para ulama sepakat yang pertama sudah terjadi dan mereka sudah dihukum dengan menjadi bangsa terjajah. Sementara yang kedua, salah satu penafsirannya, adalah di akhir zaman, dan itu adalah pada zaman sekarang ini. Allah swt memastikan bahwa mereka akan kembali dihancurkan sebagaimana kehancuran yang pertama. Semuanya itu bukan Allah swt yang membinasakan dengan semena-mena, melainkan mereka sendiri yang mendapatkan keburukan akibat dari perbuatan buruk mereka. Firman Allah swt pada ayat ketujuh di atas: Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri.”

Pada ayat pertama dari juz ketujuh dalam surat al-Ma`idah, Allah swt juga sudah mengingatkan umat Islam:

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَٰوَةٗ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقۡرَبَهُم مَّوَدَّةٗ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ إِنَّا نَصَٰرَىٰۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّ مِنۡهُمۡ قِسِّيسِينَ وَرُهۡبَانٗا وَأَنَّهُمۡ لَا يَسۡتَكۡبِرُونَ  ٨٢

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri (QS. al-Ma`idah [5] : 82).

Maka dari itu Allah swt menyebut mereka sebagai bangsa terkutuk dan dimurkai Allah swt dalam ayat-ayat sebelumnya:

قُلۡ هَلۡ أُنَبِّئُكُم بِشَرّٖ مِّن ذَٰلِكَ مَثُوبَةً عِندَ ٱللَّهِۚ مَن لَّعَنَهُ ٱللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيۡهِ وَجَعَلَ مِنۡهُمُ ٱلۡقِرَدَةَ وَٱلۡخَنَازِيرَ وَعَبَدَ ٱلطَّٰغُوتَۚ أُوْلَٰٓئِكَ شَرّٞ مَّكَانٗا وَأَضَلُّ عَن سَوَآءِ ٱلسَّبِيلِ  ٦٠ … وَتَرَىٰ كَثِيرٗا مِّنۡهُمۡ يُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِ وَأَكۡلِهِمُ ٱلسُّحۡتَۚ لَبِئۡسَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ  ٦٢ لَوۡلَا يَنۡهَىٰهُمُ ٱلرَّبَّٰنِيُّونَ وَٱلۡأَحۡبَارُ عَن قَوۡلِهِمُ ٱلۡإِثۡمَ وَأَكۡلِهِمُ ٱلسُّحۡتَۚ لَبِئۡسَ مَا كَانُواْ يَصۡنَعُونَ  ٦٣

Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?”. Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.

… Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu.

Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu (QS. al-Ma`idah [5] : 60-63).

Ayat di atas jelas menyebutkan persekongkolan antara Ahbar (tokoh agama) dan Rabbani (pengikut tokoh agama) dalam menyebarkan kebohongan, permusuhan, dan memakan harta yang haram. Tanah Palestina itu jelas haram bagi Yahudi Israel karena mereka memperolehnya dengan cara yang haram, tetapi mereka menikmati seenaknya saja hidup di tanah Palestina. Mereka terus-terusan saja menyebarkan kebohongan bahwa mereka layak hidup di sana meski dengan cara barbar membunuh, membantai, merampas, dan mengusir. Mereka terus menerus menebarkan permusuhan kepada seluruh umat Islam dan semua pihak yang mendukung Palestina tanpa ada hentinya. Semua itu dilakukan secara bersekongkol antara Ahbar dan Rabbaninya. Melalui lisan Nabi Dawud dan ‘Isa as sebenarnya laknat itu sudah disampaikan kepada mereka (QS. al-Ma`idah [5] : 78-79). Tetapi dasar bangsa terkutuk, mereka tetap saja dalam perbuatan terkutuk mereka. Maka sungguh aneh jika para pemimpin muslim dunia masih saja acuh tak acuh dengan keterkutukan bangsa terkutuk ini. Wal-‘Llahul-Musta’an

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button