Hukum Suami Istri Menonton Video Tidak Senonoh

Maaf Ustadz ada yang titip pertanyaan, apakah boleh suami istri menonton video tidak senonoh untuk meningkatkan hubungan harmonis di antara mereka. Soalnya banyak pakar seks yang menganjurkan demikian? 0852-2090xxxx

Filosofi rumah tangga Islami bukan berpondasi pada kepuasan seks, melainkan pada sakinah, mawaddah, dan rahmah. Ayat-ayat al-Qur`an mengajarkan bahwa sakinah itu tempatnya ada di dalam hati dan sumbernya dari Allah melalui ayat-ayat yang diturunkan olehnya dan menambahkan keimanan dalam hati. Dari sakinah itu otomatis akan ada mawaddah (cinta) dan rahmah (kasih sayang). Dengan dasar inilah rumah tangga akan bahagia.

Berbeda halnya dengan paradigma Barat Sekuler yang mengajarkan pondasi kebahagiaan itu ada pada kepuasan duniawi; kepuasan harta, jabatan, makan, minum, dan seks. Padahal sejatinya kepuasan duniawi itu tidak akan pernah ada akhirnya. Terlihatnya memuaskan, tetapi sesudah diperoleh ternyata masih tidak puas karena cepat hilangnya. Maka dari itu kemudian nafsunya menuntutnya untuk menaikkan lagi standar kepuasannya, terus naik, naik, dan naik. Padahal sesudah ada di batas maksimal yang dikira kepuasan itu, kepuasaan yang dituju tidak akan pernah memuaskan. Celakanya menaikkan kepuasan yang diinginkan itu caranya pasti harus menempuh yang haram dan buruk. Jadinya demi kepuasan yang diinginkan segala yang buruk dan haram pun dianggap baik. Makanya jangan terlalu heran kalau kemudian menonton video tidak senonoh oleh suami istri dinilai baik, selingkuh dinilai baik, gonta-ganti pasangan tidur dinilai baik, atau sampai terjangkiti nafsu LGBTQ pun dinilai baik-baik saja. Meski faktanya semuanya itu membinasakan.

Namun bukan berarti Islam mengharamkan kepuasan duniawi. Islam menghalalkannya seraya mewanti-wanti jangan sampai tergerus nafsu, sebab ujungnya akan jelek dan buruk.

۞وَمَآ أُبَرِّئُ نَفۡسِيٓۚ إِنَّ ٱلنَّفۡسَ لَأَمَّارَةُۢ بِٱلسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيٓۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٞ رَّحِيمٞ  ٥٣

Dan aku tidak akan membebaskan nafsuku, karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang (QS. Yusuf [12] : 53).

The Hit Slot game is a classic slot game that has three reels and three rows. It features various symbols that appear on the reels, including cherries, bars, sevens, bells, and diamonds. The game has a total of five paylines, and players need to match symbols along these paylines to trigger wins.

Maka dari itu Islam menghalalkan pernikahan dan mengatur semua hal yang halal terkait hubungan suami istri. Kalaupun ada yang kurang, Islam selalu mengajarkan sabar. Dengan sakinah yang kuat dalam hati sabar pasti akan membahagiakan sebagaimana dijelaskan dalam ayat-ayat terkait sabar. Bagi orang yang sabar kebahagiaan itu bukan pada memuaskan diri dengan menempuh cara-cara haram, melainkan pada menahan diri seraya berharap pahala yang lebih besar. Tetapi kesabaran seperti ini hanya bisa dimiliki oleh orang-orang yang berilmu. Kedalaman ilmu akan menuntun seseorang mampu menahan diri dan tidak silau dengan kenikmatan duniawi yang dimiliki orang lain. Maka dari itu mutlak diupayakan maksimal usaha-usaha untuk selalu menambah ilmu.

فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوۡمِهِۦ فِي زِينَتِهِۦۖ قَالَ ٱلَّذِينَ يُرِيدُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا يَٰلَيۡتَ لَنَا مِثۡلَ مَآ أُوتِيَ قَٰرُونُ إِنَّهُۥ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٖ  ٧٩ وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ وَيۡلَكُمۡ ثَوَابُ ٱللَّهِ خَيۡرٞ لِّمَنۡ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحٗاۚ وَلَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ٱلصَّٰبِرُونَ  ٨٠

Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”. Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar” (QS. al-Qashash [28] : 79-80).

Wal-‘Llahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *